Latih Pikiranmu
Prinsip 28 dari Enchiridion
Epictetus mempertanyakan mengapa kita menjaga tubuh lebih serius daripada pikiran, lalu mengingatkan agar hinaan tidak mengambil alih batin kita.
Teks Asli
If a person gave your body to any stranger he met on his way, you would certainly be angry. And do you feel no shame in handing over your own mind to be confused and mystified by anyone who happens to verbally attack you?
Penafsiran Modern
Epictetus mengajukan pertanyaan tajam: mengapa kita melindungi tubuh dengan serius, tetapi membiarkan pikiran diambil alih oleh ucapan orang lain?
Dalam Stoisisme, pikiran adalah tanggung jawab utama. Jika siapa saja bisa dengan mudah memancingmu ke dalam kebingungan, berarti kamu sedang menyerahkan otoritas atas batinmu.
Latih batas mentalmu: dengar, nilai, lalu pilih responsmu. Terima kritik yang berguna, lepaskan serangan yang kosong.
Contoh Praktik
Kamu menerima komentar tajam dari orang yang hampir tidak kamu kenal, lalu memikirkannya seharian.
Respons dalam Stoisisme: "Apakah aku sedang menyerahkan kendali atas pikiranku?" Ambil bagian yang bermanfaat, buang sisanya, lalu kembali ke prioritasmu.
Pertanyaan Refleksi
Pendapat siapa yang saat ini kamu izinkan memenuhi pikiranmu melebihi porsi yang layak?