Lewati ke konten utama

Beri jeda sebelum bereaksi

Prinsip 20 dari Enchiridion

Kita tetap bisa bersikap tegas tanpa langsung mengikuti dorongan pertama. Jeda antara kejadian dan respons memberi ruang untuk memilih dengan lebih baik.

Teks Asli

Remember, that not he who gives ill language or a blow insults, but the principle which represents these things as insulting. When, therefore, anyone provokes you, be assured that it is your own opinion which provokes you. Try, therefore, in the first place, not to be hurried away with the appearance. For if you once gain time and respite, you will more easily command yourself.

Epictetus (Enchiridion)

Penafsiran Modern

Epictetus mengajak kita memisahkan peristiwa dari interpretasinya. Ucapan kasar memang bisa terjadi, tetapi rasa "terhina" muncul dari penilaian yang kita setujui dalam diri kita sendiri.

Mulailah dari jeda. Ruang kecil sebelum merespons memberi kita kesempatan untuk tidak langsung mengikuti reaksi pertama.

Kamu tetap bisa menetapkan batas atau menanggapi dengan tegas, tetapi melakukannya sebagai pilihan sadar, bukan sebagai ledakan impulsif.

Jeda ini tidak membenarkan pelecehan. Jeda melindungi kemampuanmu untuk memilih. Waktu dan sudut pandang membantu meredakan panas emosi, karena reaksi pertama tidak selalu yang paling bijak.

Contoh Praktik

Contohnya bisa muncul dalam keadaan sehari-hari. Seseorang menulis komentar mengejek tentangmu. Dorongan pertama: membalas keras.

Ambil jeda, tarik napas, lalu pilih respons yang paling tepat, seperti diam, memberi klarifikasi singkat, atau menetapkan batas yang jelas.

Kamu tidak memilih komentarnya, tetapi masih bisa memilih apa yang dilakukan setelah membacanya.

Pertanyaan Refleksi

Hal apa yang hampir selalu membuatmu langsung bereaksi? Apa yang mungkin berubah kalau kamu memberi jeda sebentar?