Lewati ke konten utama

Inginkan yang bisa kamu kendalikan

Prinsip 14 dari Enchiridion

Kembalikan keinginan pada pilihan dan sikapmu sendiri. Makin besar ketenanganmu bergantung pada hasil, makin besar kuasa hasil itu atas dirimu.

Teks Asli

If you wish your children, and your wife, and your friends to live for ever, you are stupid; for you wish to be in control of things which you cannot, you wish for things that belong to others to be your own. So likewise, if you wish your servant to be without fault, you are a fool; for you wish vice not to be vice, but something else. But, if you wish to have your desires undisappointed, this is in your own control. Exercise, therefore, what is in your control. He is the master of every other person who is able to confer or remove whatever that person wishes either to have or to avoid. Whoever, then, would be free, let him wish nothing, let him decline nothing, which depends on others else he must necessarily be a slave.

Epictetus (Enchiridion)

Penafsiran Modern

Epictetus menyampaikannya dengan keras: kalau ketenanganmu bergantung pada hasil yang tidak bisa dikendalikan, hasil itu akan menguasaimu.

Ini bukan ajakan untuk berhenti mencintai orang lain. Kita hanya diminta berhenti menuntut jaminan yang tidak mungkin diberikan hidup, misalnya bahwa seseorang akan selalu ada atau selalu bertindak sesuai harapan kita.

Kita masih bisa peduli sambil mengembalikan perhatian pada pilihan dan karakter sendiri. Orang lain bukan milik kita, dan hasil sebuah hubungan tidak pernah bisa dijamin sepenuhnya.

Contoh Praktik

Kamu terus mencemaskan perilaku pasangan dan membaca setiap perubahan nada sebagai pertanda buruk. Sering kali tanpa disadari, kamu sedang mencoba memastikan sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa kamu atur.

Kembalilah pada bagianmu sendiri: berkomunikasi dengan jujur, memasang batas yang perlu, dan bersikap dengan hormat. Kamu tetap tidak tahu hasil akhirnya, tetapi ketidakpastian tidak lagi memilihkan sikapmu.

Pertanyaan Refleksi

Hasil apa yang sedang kamu genggam begitu erat sampai suasana hatimu ikut bergantung padanya?