Latih kebajikan di setiap kesempatan
Prinsip 10 dari Enchiridion
Karakter dibentuk dalam momen yang jarang terlihat penting. Kesulitan sehari-hari memberi kita tempat untuk melatih kesabaran, kejujuran, atau pengendalian diri.
Teks Asli
With every accident, ask yourself what abilities you have for making a proper use of it. If you see an attractive person, you will find that self-restraint is the ability you have against your desire. If you are in pain, you will find fortitude. If you hear unpleasant language, you will find patience. And thus habituated, the appearances of things will not hurry you away along with them.
Penafsiran Modern
Epictetus berpendapat bahwa kejadian sehari-hari selalu memberi ruang untuk melatih karakter. Godaan menguji pengendalian diri, rasa sakit menguji keteguhan, dan ucapan kasar menguji kesabaran.
Saat sesuatu berjalan buruk, kita biasanya bertanya, "Kenapa harus aku?" Epictetus menawarkan pertanyaan yang lebih berguna: "Sikap baik apa yang bisa kulatih di sini?"
Jawabannya sering sederhana dan tidak dramatis. Mungkin kita hanya perlu menahan satu balasan pedas atau tetap jujur saat ada jalan pintas. Justru lewat pilihan kecil yang berulang itulah karakter dibentuk.
Contoh Praktik
Bayangkan situasi yang mungkin terjadi. Seseorang mengkritik pekerjaanmu di depan orang lain. Dorongan pertama mungkin membalas. Tanyakan pada dirimu, "Latihan apa yang diminta saat ini?"
Mungkin jawabannya adalah bersabar terlebih dahulu, lalu merespons dengan jelas. Kamu mendengar, menyaring masukan berguna, lalu memperbaiki yang perlu.
Kritiknya tetap bisa terasa tidak enak, tetapi kamu tidak membiarkan reaksi pertama menentukan seluruh responsmu.
Pertanyaan Refleksi
Kalau melihat kembali momen sulit terakhirmu, sikap apa yang sebenarnya sedang diminta darimu?