Arahkan keinginanmu
Prinsip 2 dari Enchiridion
Arahkan keduanya pada pilihan yang memang ada di tanganmu. Keinginan dan ketakutan mudah menguras tenaga saat bergantung pada hal yang tidak bisa dijamin.
Teks Asli
Remember that following desire promises the attainment of that of which you are desirous; and aversion promises the avoiding that to which you are averse. However, he who fails to obtain the object of his desire is disappointed, and he who incurs the object of his aversion wretched.
If, then, you confine your aversion to those objects only which are contrary to the natural use of your faculties, which you have in your own control, you will never incur anything to which you are averse. But if you are averse to sickness, or death, or poverty, you will be wretched.
Remove aversion, then, from all things that are not in our control, and transfer it to things contrary to the nature of what is in our control. But, for the present, totally suppress desire: for, if you desire any of the things which are not in your own control, you must necessarily be disappointed; and of those which are, and which it would be laudable to desire, nothing is yet in your possession.
Use only the appropriate actions of pursuit and avoidance; and even these lightly, and with gentleness and reservation.
Penafsiran Modern
Keinginan mudah membuat kita gelisah kalau sasarannya adalah sesuatu yang tidak bisa kita pastikan. Saat kita merasa harus kaya, harus berhasil, atau harus disukai, ketenangan kita ikut bergantung pada keadaan dan keputusan orang lain.
Begitu juga dengan hal yang kita takuti. Kalau hidup dihabiskan untuk menghindari sakit, kehilangan, atau kematian, kita akan terus cemas menghadapi kemungkinan yang memang menjadi bagian dari hidup.
Epictetus mengajak kita agar keinginan kita diarahkan pada pilihan dan tindakan sendiri. Kita masih boleh berharap mendapat hasil yang baik, tetapi tidak menjadikannya syarat untuk baik-baik saja.
Contoh Praktik
Kamu bekerja keras dan berharap mendapat promosi. Sering kali tanpa disadari, setiap respons atasan mulai kamu baca sebagai tanda: ini pertanda bagus atau malah berarti aku tidak dihargai?
Ketika promosi itu tidak datang, kecewa tentu wajar. Lalu, kembalikan perhatian pada bagianmu: bekerja dengan baik, meminta masukan yang jelas, dan memperbaiki kemampuan yang masih kurang.
Dengan begitu, usahamu tidak berhenti hanya karena hasil kali ini bukan yang kamu inginkan.
Pertanyaan Refleksi
Keinginan atau ketakutan apa yang sekarang paling mengusikmu? Berapa banyak bagiannya yang benar-benar bisa kamu kendalikan?