Lewati ke konten utama

Mencintai tanpa menggenggam

Prinsip 3 dari Enchiridion

Kesadaran ini justru membantu kita lebih hadir, bukan menjadi dingin. Mencintailah sepenuhnya tanpa menganggap siapa pun atau apa pun akan selalu ada.

Teks Asli

With regard to whatever objects give you delight, are useful, or are deeply loved, remember to tell yourself of what general nature they are, beginning from the most insignificant things. If, for example, you are fond of a specific ceramic cup, remind yourself that it is only ceramic cups in general of which you are fond. Then, if it breaks, you will not be disturbed. If you kiss your child, or your wife, say that you only kiss things which are human, and thus you will not be disturbed if either of them dies.

Epictetus (Enchiridion)

Penafsiran Modern

Epictetus tidak meminta kita mencintai lebih sedikit. Ia hanya mengingatkan bahwa semua yang kita nikmati dan sayangi bisa berubah atau pergi. Benda bisa rusak. Rencana bisa batal. Manusia pun tidak hidup selamanya.

Mudah sekali kita lupa karena yang ada hari ini terasa akan selalu ada. Saat kehilangan datang, kita bukan hanya berduka, tetapi juga kaget karena kenyataan tidak mengikuti anggapan itu.

Mengingat sifat sementara dari segala sesuatu tidak menghapus duka. Kita masih akan sedih saat kehilangan. Namun, kesadaran itu bisa membantu kita lebih menghargai yang masih ada tanpa memperlakukannya sebagai milik yang dijamin selamanya.

Contoh Praktik

Salah satu contohnya begini. Ponselmu jatuh dan layarnya pecah tepat pada hari yang sibuk. Menyebalkan, tentu. Setelah reaksi pertama lewat, ingatkan diri bahwa ini memang benda yang bisa rusak. Lalu urus apa yang perlu dilakukan.

Dalam hubungan, bentuk latihannya bukan menjaga jarak. Justru hadir lebih sungguh-sungguh hari ini: mendengarkan, berbicara baik, dan tidak terus menunda perhatian untuk nanti.

Pertanyaan Refleksi

Siapa atau apa yang diam-diam kamu anggap akan selalu ada? Kalau kamu ingat bahwa itu tidak dijamin, apa yang ingin kamu lakukan berbeda hari ini?