Ingat hidup ini singkat
Prinsip 7 dari Enchiridion
Nikmati yang ada, tetapi jangan terus menunda hal yang penting. Hidup lebih mirip persinggahan daripada tempat tinggal yang permanen.
Teks Asli
Consider when, on a voyage, your ship is anchored; if you go on shore to get water you may along the way amuse yourself with picking up a shellfish, or an onion. However, your thoughts and continual attention ought to be bent towards the ship, waiting for the captain to call on board; you must then immediately leave all these things, otherwise you will be thrown into the ship, bound neck and feet like a sheep. So it is with life. If, instead of an onion or a shellfish, you are given a wife or child, that is fine. But if the captain calls, you must run to the ship, leaving them, and regarding none of them. But if you are old, never go far from the ship: lest, when you are called, you should be unable to come in time.
Penafsiran Modern
Salah satu contohnya begini. Epictetus mengibaratkan hidup seperti perjalanan laut dengan persinggahan singkat. Kita boleh menikmati apa yang kita temui di sepanjang jalan, tetapi tetap perlu ingat bahwa kita adalah pengembara, bukan pemilik mutlak.
"Kapten" melambangkan nasib, waktu, dan kematian yang bisa memanggil kapan saja. Intinya bukan menjauh dari orang yang kita cintai, melainkan mencintai dengan syukur sekaligus kesiapan.
Pesannya bukan agar kita menjauh dari kehidupan. Justru karena waktu terbatas, kita perlu menjaga prioritas dan hadir dalam relasi serta tanggung jawab yang ada sekarang. Jangan sampai yang penting terus mendapat sisa waktu karena kita terlalu sibuk dengan hal lain.
Contoh Praktik
Salah satu contohnya begini. Kamu terus menunda percakapan penting dengan keluarga karena pekerjaan selalu terasa lebih mendesak. Satu minggu lewat, lalu minggu berikutnya juga begitu.
Kamu tetap bekerja, tetapi mulai menyediakan waktu yang jelas untuk percakapan itu. Mengingat bahwa waktu tidak dijamin membantu kita berhenti memperlakukan orang yang penting sebagai urusan "nanti saja".
Pertanyaan Refleksi
Kalau waktu untuk terus menunda ternyata tidak sebanyak yang kamu kira, apa yang ingin kamu dahulukan sekarang?